[Profile of Serum Interferon Gamma Induced Protein 10 in Borderline Leprosy Patients with and without Type 1 Leprosy Reaction]

Printer-friendly versionSend by email
Title[Profile of Serum Interferon Gamma Induced Protein 10 in Borderline Leprosy Patients with and without Type 1 Leprosy Reaction]
Publication TypeJournal Article
Translated TitleProfil Kadar Interferon Gamma Induced Protein 10 Serum pada Pasien Kusta Borderline dengan dan tanpa Reaksi Kusta Tipe 1
AuthorsPujiastuti AT, Agusni I, Rahmadewi R
JournalPeriodical of Dermatology and Venereology
Year of Publication2017
Volume29
Issue3
Pagination212-219
Publication Languageeng
KeywordsBorderline leprosy, IP10, Leprosy, Type 1 reaction
Abstract

Background: Leprosy reaction is an acute episode in leprosy characterized by acute inflammation sometimes accompanied with systemic symptoms. Leprosy type 1 reaction often occurs in borderline leprosy patients. Leprosy type 1 reaction can cause peripheral nerve damage through neuritis that can lead to disability. Interferon-γ induced protein 10 (IP10) is a chemokine with chemotaxis function to various immune cells such as macrophage, dendritic cells, Natural Killer cells, and activated T lymphocites. Several studies have found an increase of IP10 serum level when type 1 reaction occurred.
Purpose: To evaluate the profile of IP10 serum levels in borderline patients with and without type 1 leprosy reaction.
Methods: This is a descriptive cross-sectional study, with 34 borderline leprosy patients of which 17 had leprosy type 1 reaction and 17 without reaction that qualify inclusion and exclusion criteria.
Results: Mean serum IP10 levels in leprosy type 1 reaction groups are 594,123 ± 327,628 pg/mL and 331,648 ± 101,819 pg/mL in groups without reaction.
Conclusions: Serum IP10 levels in borderline leprosy patient with type 1 reaction is higher than patients without reaction, although confounding factors in borderline leprosy patients with type 1 reaction that can influence serum IP10 levels cannot be eliminated. Further studies are needed to reveal the role of IP`10 in type 1 leprosy reaction.

Translated Abstract

Latar Belakang: Reaksi kusta adalah suatu episode akut pada perjalanan klinis penyakit kusta, ditandai adanya reaksi inflamasi akut yang dapat disertai dengan gejala sistemik. Pasien kusta spektrum borderline paling sering menderita reaksi kusta tipe 1. Reaksi kusta tipe 1 dapat menyebabkan kerusakan saraf tepi karena terjadi neuritis sehingga dapat menyebabkan kecacatan. Interferon-γ induced protein 10 (IP10) merupakan kemokin yang memiliki efek kemotaksis pada berbagai sel sistem imun seperti makrofag, sel dendritik, sel Natural Killer (NK), dan sel limfosit T yang teraktivasi. Beberapa penelitian pada pasien dengan reaksi kusta didapatkan peningkatan kadar IP10 pada saat terjadi reaksi kusta tipe 1.
Tujuan: Mengevaluasi profil kadar IP10 serum pada pasien kusta tipe borderline dengan dan tanpa reaksi kusta tipe 1.
Metode: Penelitian deskriptif potong lintang, dengan subjek 34 pasien kusta tipe borderline yang terdiri dari 17 pasien dengan reaksi kusta tipe 1 dan 17 pasien tanpa reaksi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.
Hasil: Rerata kadar IP10 serum pada kelompok pasien kusta tipe borderline dengan reaksi kusta tipe 1 adalah 594,123 ± 327,628 pg/mL, sedangkan pada kelompok pasien kusta tipe borderline tanpa reaksi kusta sebesar 331,648 ± 101,819 pg/mL.
Simpulan: Rerata kadar IP10 serum pada pasien kusta tipe borderline dengan reaksi kusta tipe 1 lebih tinggi daripada pasien kusta tipe borderline tanpa reaksi kusta, walaupun faktor perancu yang dapat memengaruhi hasil kadar IP10 serum pada pasien kusta tipe borderline dengan reaksi kusta tipe 1 belum dapat disingkirkan. Dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui peran IP10 pada reaksi kusta tipe 1.

Download PDFhttps://tinyurl.com/yd8cvoon