Masalah Kusta dan Diskriminasi Serta Stigmatisasinya di Indonesia
Dengan Menggali masalah kusta dari sisi sosial kemasyarakatan, kita akan semakin mengerti betapa masalah kusta dan masalah lainnya masih merupakan masalah yang utama dalam mengembangkan karakter manusia khususnya dalam konteks kepemimpinan didalam masyarakat Indonesia yang semakin maju. Hubungan antar manusia yang baik dimulai dari bagaimana kita mengerti akan keberadaan diri kita sendiri, lalu dalam berhubungan antar sesama khususnya orang-orang yang termarjinalisasi didalam masyarakat kita. Akhirnya kita bisa menghilangkan Stigma dan Diskriminasi terhadap orang yang mengalami Kusta. Metode yang dipakai adalah metoda kualitatif, serta tujuannya adalah membangun Karakter Bangsa seperti yang dulu dibangun oleh Bapak bangsa Indonesia seharusnya menjadi Visi bangsa kita, karakter yang menghormati dan adil terhadap sesama sehingga akhirnya di dalam tindakan nyatanya tidak melakukan tindakan stigma dan diskriminasi terhadap siapapun termasuk disabilitas dan kusta.
By developing an understanding on leprosy issues in social-community perspective, we will be more understanding to leprosy and many others. This is still a paramount in developing and building character especially in leadership context in modern Indonesia society. Good Interpersonal relationship always starts from self awareness, and then it could be developing among the men and women especially marginalized people in our society. Finally we could eliminate stigma and discrimination for people affected by leprosy promptly. The writer used the qualitiative method, with the aim of this research focuses on how to develop Nation Character Building based on our Founding Fathers Vision and make it down to earth to be our daily habits, appreciating and fair enough for every people and avoiding stigma and discrimination to anyone including people with disability and people affected by leprosy.